Di depan orang mereka memuji, di belakang orang mereka mengutuk dan mengkritik. Lalu Abdullah bin Umar menjelaskan bahwa sifat ini dianggap sebagai bagian dari sifat munafik di zaman Rasulullah. Dalam sejarah lainnya Nabi menjelaskan:
Sejahat-jahatnya orang yang berwajah adalah yang memandang wajahnya, dan sama-sama wajahnya adalah yang menatapnya. Orang jahat adalah mereka yang berwajah dua. Dia datang ke orang lain dengan wajah lain, dan dia pergi ke orang lain dengan wajah lain juga. (Sahih Al-Bukhari). |